Kisi-Kisi IPA DT2
Credit to MaTiCa for extra material.
Not all of these will come out. Use wisely.
π§ͺ Bab 11 β Unsur, Senyawa, dan Campuran
Sumber: IPA SMP/MTs Kelas VIII
Soal terbagi menjadi ~7 soal unsur Β· ~7 soal campuran Β· ~7 soal koloid
Topik yang keluar:
- Pengertian Koloid
- Pembuatan Koloid
- Sifat-Sifat Koloid
- Penerapan Koloid (uraian)
- Campuran Koloid & Pemisahan Koloid
- Pemisahan Campuran
- Logam, Semilogam, Nonlogam
- Bedain Metaloid & Nonlogam (h.365)
- Perbedaan Unsur & Senyawa
- Unsur (Atom)
- Jenis Koloid
A. UNSUR
Bayangkan unsur seperti LEGO polos β 1 warna, 1 jenis, tidak bisa dipecah lebih kecil.
Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan menjadi zat lain yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa.
- Total unsur yang dikenal: 118 unsur
- 92 unsur = ditemukan di alam
- 26 unsur = buatan laboratorium
- Dibagi menjadi: Logam Β· Metaloid (Semilogam) Β· Nonlogam
1. π© Unsur Logam
| Sifat | Keterangan |
|---|---|
| Mengilap | Permukaan mengkilap |
| Dapat ditempa | Bisa jadi kawat atau lempengan |
| Konduktor | Menghantarkan listrik & panas |
| Wujud | Padat pada suhu kamar (kecuali: raksa/Hg, sesium, fransium, galium = cair) |
Contoh: Li (Litium), Au (Emas), Ag (Perak), Fe (Besi), Cu (Tembaga), Al (Aluminium)
2. βοΈ Unsur Metaloid (Semilogam)
| Sifat | Keterangan |
|---|---|
| Lebih rapuh dari logam | Mudah patah |
| Lebih kuat dari nonlogam | Tidak selemah gas |
| Semikonduktor | Menghantarkan listrik sebagian |
| Beberapa berkilauan | Seperti logam |
Contoh: B, Si, As (Boron, Silikon, Arsen, Germanium, Antimon)
3. π¨ Unsur Nonlogam
| Sifat | Keterangan |
|---|---|
| Wujud | Umumnya gas pada suhu kamar |
| Isolator | Tidak menghantarkan listrik (kecuali karbon) |
| Tidak mengilap | Tidak dapat ditempa |
Contoh: O, F, N (Oksigen, Fluorin, Nitrogen, Belerang, Karbon, Fosfor)
π Perbandingan Logam vs Metaloid vs Nonlogam
| Logam | Metaloid | Nonlogam | |
|---|---|---|---|
| Kilap | β Mengilap | β Beberapa | β Tidak |
| Ditempa | β Bisa | β Rapuh | β Tidak |
| Konduktor | β Ya | β οΈ Semi | β Isolator |
| Wujud kamar | Padat | Padat | Gas/Padat |
| Contoh | Li, Au, Ag | B, Si, As | O, F, N |
π Lambang Unsur Penting (Hafalan!)
Logam yang lambangnya beda dari nama Indonesia:
| Nama Indonesia | Nama Latin | Lambang |
|---|---|---|
| Besi | Ferrum | Fe |
| Tembaga | Cuprum | Cu |
| Emas | Aurum | Au |
| Perak | Argentum | Ag |
| Air Raksa | Hydrargyrum | Hg |
| Timbal | Plumbum | Pb |
| Timah | Stannum | Sn |
| Natrium | Natrium | Na |
| Kalium | Kalium | K |
| Antimon | Stibium | Sb |
- Fe = Besi (bukan F)
- Cu = Tembaga (bukan C)
- Pb = Timbal (bukan P)
- Hg = Air Raksa (bukan H)
- Au = Emas (bukan A)
- Ag = Perak (bukan Ag? ya, Ag!)
B. SENYAWA
Beda dari unsur: senyawa bisa dipecah secara kimia. Beda dari campuran: perbandingannya TETAP.
Senyawa adalah zat tunggal yang secara kimia dapat diuraikan lagi menjadi zat-zat lebih sederhana. Terbentuk dari gabungan 2 atau lebih unsur yang berbeda dengan perbandingan tertentu dan tetap.
Ciri-ciri senyawa:
- Merupakan zat tunggal
- Terbentuk dari 2+ unsur berbeda dengan perbandingan tetap
- Sifatnya berbeda dari unsur-unsur penyusunnya
- Dapat diuraikan dengan reaksi kimia (bukan fisika)
Contoh:
- HβO (air) = H + O β tapi air β sifat hidrogen atau oksigen
- NaCl (garam dapur) = Na + Cl
- COβ (karbon dioksida) = C + O
C. CAMPURAN
Perbandingan tidak tetap. Sifat asli masing-masing zat masih ada.
Campuran = penggabungan 2+ zat murni yang masih mempunyai sifat asalnya, tanpa komposisi tertentu.
Campuran
βββ Larutan (homogen β serba sama) β contoh: air gula
βββ Koloid (tampak homogen, sebenarnya heterogen) β contoh: susu
βββ Suspensi (heterogen β kasar) β contoh: air kopi
β‘ Perbedaan Unsur vs Senyawa vs Campuran
| Unsur | Senyawa | Campuran | |
|---|---|---|---|
| Jenis zat | Tunggal | Tunggal | 2+ zat |
| Diuraikan? | β Tidak bisa | β Kimia | β Fisika |
| Perbandingan | β | Tetap | Bebas |
| Sifat asal | Tetap | Berubah | Tetap |
| Contoh | Fe, O, Au | HβO, NaCl | Udara, air laut |
- Udara = campuran (Nβ + Oβ + COβ dll)
- Air = senyawa (HβO) β bukan campuran!
- Besi = unsur β bukan senyawa!
- Kuningan/Perunggu = campuran (logam + logam)
D. KOLOID
1. Pengertian Koloid
Koloid ada di tengah-tengah!
Koloid = campuran yang ukuran partikelnya lebih besar dari larutan dan lebih kecil dari suspensi.
- Terdiri dari: fase terdispersi (yang disebarkan) + medium pendispersi (yang menyebarkan)
- Ukuran partikel: 10β»β· cm sampai 10β»β΅ cm (= 1β100 nm)
- Tampak homogen secara makroskopis, tapi heterogen secara mikroskopis
π Perbandingan Larutan vs Koloid vs Suspensi
| No | Larutan | Koloid | Suspensi |
|---|---|---|---|
| Fase | 1 fase | 2 fase (ultra), 1 fase (biasa) | 2 fase |
| Kejernihan | Jernih | Agak keruh | Tidak jernih |
| Homogen? | Homogen | Tampak homogen | Heterogen |
| Stabil? | β Stabil | β Stabil | β Tidak stabil |
| Mengendap? | β Tidak | β Tidak | β Mengendap |
| Diameter | < 10β»β· cm | 10β»β· β 10β»β΅ cm | > 10β»β΅ cm |
| Disaring? | β Tidak bisa | β Tidak (bisa dgn membran) | β Bisa |
| Contoh | Air + gula | Susu, agar-agar | Air kopi |
2. Jenis-Jenis Koloid
| Fase Terdispersi | Medium Pendispersi | Sistem Koloid | Contoh |
|---|---|---|---|
| Padat | Padat | Sol padat | Perunggu, kuningan, kaca berwarna |
| Padat | Cair | Sol | Agar-agar, cat, kanji, tinta, lem |
| Padat | Gas | Aerosol padat | Asap, debu |
| Cair | Padat | Emulsi padat | Keju, mentega, mutiara, jeli |
| Cair | Cair | Emulsi | Santan, susu |
| Cair | Gas | Aerosol | Kabut, awan, hairspray |
| Gas | Padat | Busa padat | Karet busa, batu apung, spons |
| Gas | Cair | Buih/busa | Buih sabun, krim kocok |
- Susu = emulsi (cair-cair)
- Asap = aerosol padat (padat-gas)
- Kabut = aerosol (cair-gas)
- Batu apung = busa padat (gas-padat)
- Agar-agar = sol (padat-cair)
3. π Pembuatan Koloid
Arah berlawanan:
Suspensi β [Dispersi] β Koloid β [Kondensasi] β Larutan
a) Dispersi
Menghaluskan partikel suspensi menjadi partikel koloid (kasar β koloid)
| Cara | Penjelasan | Contoh |
|---|---|---|
| Mekanik | Digerus/digiling lalu diaduk | Sol belerang |
| Peptisasi | Dipecah dengan zat pemeptisasi (elektrolit) | Karet + bensin; agar-agar + air |
| Busur Bredig | Logam dijadikan elektrode, dialiri listrik β atom terlempar β koloid | Koloid logam |
b) Kondensasi
Menggumpalkan partikel larutan menjadi partikel koloid (halus β koloid)
Cara Fisis:
- Pendinginan β partikel larutan menggumpal
- Pengembunan uap β contoh: uap raksa + air dingin = sol raksa
- Pergantian pelarut β contoh: belerang dalam alkohol ditetesi air
Cara Kimia:
- Reaksi Hidrolisis: FeClβ + 3HβO β Fe(OH)β(s) + 3HCl
- Reaksi Redoks: 2HβS + SOβ β 3S(s) + 2HβO β ini yang ada di papan tulis!
- Reaksi Pengendapan: AsβOβ + 3HβS β AsβSβ(s) + 3HβO
4. Sifat-Sifat Koloid
Efek Tyndall Β· Tidak (Gerak Brown) Β· Gerak Brown Β· Adsorpsi Β· Elektroforesis Β· Koagulasi Β· Dialisis
π¦ a) Efek Tyndall
Koloid menghamburkan cahaya, larutan meneruskan cahaya
- Terjadi karena partikel koloid membelokkan sinar
- Cara membedakan koloid vs larutan: sorot cahaya β kalau tampak berkas sinar = koloid
Contoh kehidupan:
- Sorot lampu mobil di malam hari berkabut
- Berkas lampu proyektor di bioskop berasap
- Sinar matahari melalui celah daun pagi berkabut
π b) Gerak Brown
Gerakan partikel koloid yang zig-zag/patah-patah karena tumbukan dengan medium
- Hanya bisa diamati dengan mikroskop ultra
- Terjadi karena tumbukan partikel terdispersi dengan medium pendispersi
- Membuat koloid tetap stabil (tidak mengendap)
Contoh: Gerakan partikel debu di udara saat terkena cahaya matahari
π§² c) Adsorpsi
Koloid menyerap zat lain di permukaannya
- Koloid bermuatan listrik karena penyerapan ion
- Fe(OH)β menyerap ion HβΊ β bermuatan positif
- AsβSβ menyerap ion negatif β bermuatan negatif
Contoh penerapan:
- Pemutihan gula tebu β gula melewati koloid tanah diatom/karbon β zat warna teradsorpsi
- Penjernihan air β tawas Alβ(SOβ)β membentuk Al(OH)β β adsorpsi kotoran
- Norit (obat) β karbon aktif mengadsorpsi racun/gas di usus
- Pewarna kain β Al(OH)β koloid melekat di serat dan menyerap zat warna
β‘ d) Elektroforesis
Pergerakan partikel koloid bermuatan dalam medan listrik
- Partikel bermuatan negatif β bergerak ke elektrode positif (anoda)
- Partikel bermuatan positif β bergerak ke elektrode negatif (katoda)
Contoh: Penyaring debu pabrik (Pengendap Cottrell) β dikembangkan oleh Frederick Cottrell
π§ e) Koagulasi
Penggumpalan partikel koloid β membentuk endapan
Cara terjadinya koagulasi:
- Pemanasan
- Sentrifugasi
- Pengadukan
- Penambahan elektrolit
Contoh kehidupan:
- Pengolahan karet dari lateks (asam formiat/asetat)
- Terbentuknya delta di muara sungai β lumpur koloid bertemu air laut (elektrolit)
- Luka diobati β ion AlΒ³βΊ atau FeΒ³βΊ menggumpalkan albumin darah
- Penjernihan air dengan tawas
π©Ί f) Dialisis
Pemisahan ion-ion kecil dari partikel koloid menggunakan selaput semipermeabel
- Ion kecil bisa melewati selaput
- Partikel koloid tertahan di dalam
- Contoh: Cuci darah (hemodialisis) pada pasien gagal ginjal
5. Koloid Pelindung
Koloid yang ditambahkan ke koloid lain untuk menstabilkannya (membungkus partikel agar tidak mengelompok)
Contoh:
- Gelatin melindungi sol emas
- Gelatin pada es krim β mencegah kristal besar
- Kasein dalam susu β stabilkan emulsi lemak
- Sabun/deterjen = koloid pelindung
6. Penerapan Koloid
| Bidang | Contoh |
|---|---|
| Industri | Karet (lateks), cat, pemutihan gula, penjernihan air, pengendap Cottrell |
| Makanan | Keju, mentega, susu, saus salad, jelly, agar-agar, santan |
| Farmasi | Minyak ikan, penisilin suntik, salep, krim |
| Kesehatan | Hemodialisis (cuci darah), identifikasi DNA |
| Kosmetik | Losion, pelembab kulit (~90% kosmetik adalah koloid) |
| Pertanian | Pestisida, insektisida |
E. PEMISAHAN CAMPURAN
π΅ Filtrasi (Penyaringan)
| Prinsip | Perbedaan ukuran partikel |
| Campuran | Padatan tak larut dari cairan |
| Alat | Corong + kertas saring |
| Hasil | Filtrat (lolos) + Residu (tertahan di kertas) |
| Contoh | Pasir & air, penyaringan gula kotor, air sungai |
π΅ Distilasi / Destilasi (Penyulingan)
| Prinsip | Perbedaan titik didih |
| Campuran | Cair β cair |
| Alat | Labu distilasi + tabung pendingin + penampung |
| Hasil | Destilat (uap yang mengembun) + Residu (sisa) |
| Contoh | Air laut β air tawar; air & minyak |
π΅ Kromatografi
| Prinsip | Perbedaan kecepatan rambat antara fase diam & fase gerak |
| Hasil | Kromatogram (pola pemisahan) |
| Contoh | Tinta warna spidol, pemisahan pigmen |
π΅ Kristalisasi
| Prinsip | Perbedaan kelarutan berdasarkan suhu |
| Cara | Menguapkan pelarut β zat mengkristal |
| Hasil | Kristal + mother liquor (sisa larutan) |
| Contoh | Garam dapur (air laut), gula tebu |
π΅ Sublimasi
| Prinsip | Zat padat β gas langsung (tanpa fase cair) |
| Hasil | Sublimat (zat murni) + pengotor tertinggal |
| Contoh | Kapur barus (naftalena), yodium |
π΅ Sentrifugasi
| Prinsip | Density β gaya sentrifugal (putar cepat) |
| Hasil | Endapan/pelet (bawah) + Supernatan (atas) |
| Contoh | Darah (sel darah merah turun, plasma atas), susu |
π΅ Ekstraksi
| Prinsip | Perbedaan kelarutan dalam pelarut |
| Hasil | Ekstrak + Rafinat (sisa) |
| Contoh | Minyak kelapa sawit, kopi, obat-obatan |
π΅ Dekantasi
| Prinsip | Gravitasi β padatan lebih berat mengendap ke bawah |
| Cara | Menuangkan cairan secara perlahan dari endapan |
| Hasil | Cairan jernih (atas) + Endapan (bawah) |
| Contoh | Pasir & air, lumpur & air |
π Tabel Ringkasan Pemisahan Campuran
| Metode | Prinsip | Hasil Utama | Contoh |
|---|---|---|---|
| Filtrasi | Ukuran partikel | Filtrat + Residu | Pasir & air |
| Distilasi | Titik didih | Destilat + Residu | Air suling |
| Kromatografi | Kecepatan rambat | Kromatogram | Tinta spidol |
| Kristalisasi | Kelarutan & suhu | Kristal | Garam dapur |
| Sublimasi | Padatβgas langsung | Sublimat | Kapur barus |
| Sentrifugasi | Density/kerapatan | Endapan + Supernatan | Darah |
| Ekstraksi | Kelarutan pelarut | Ekstrak + Rafinat | Minyak sawit |
| Dekantasi | Gravitasi | Cairan jernih + Endapan | Pasir & air, lumpur & air |
π§ MASTER RINGKASAN β BELAJAR TERAKHIR
UNSUR: Bedain logam/metaloid/nonlogam + lambang unsur yang aneh (Fe, Cu, Au, Ag, Hg, Pb)
CAMPURAN: Larutan vs Koloid vs Suspensi (tabel perbandingan) + jenis koloid (sol, emulsi, aerosol, buih)
KOLOID: 6 sifat (Tyndall, Brown, Adsorpsi, Elektroforesis, Koagulasi, Dialisis) + penerapannya
- Sifat penjernihan air = Adsorpsi + Koagulasi (bukan dialisis!)
- Cuci darah = Dialisis
- Sorot lampu mobil malam = Efek Tyndall
- Gerakan zig-zag debu = Gerak Brown
- Penyaring debu pabrik = Elektroforesis (Cottrell)
- Pemutihan gula = Adsorpsi
- Delta sungai terbentuk = Koagulasi